Tag

, , ,

Tema malam ini adalah Tips Menghadapi Bisnis Yang Beroperasi Alamiah 01/06/16, 20:02 – devi9an1: Berikut profile pemateri 01/06/16, 20:04 – devi9an1: firman elhakim dari tangerang. Beliau membantu ukm di jabotabek meningkatkan penjualan, produktivitas dan proses bisnis. Selain mentoring usaha kecil, beliau juga pernah memberikan training direct selling dan sales report. Beliau pernah bekerja sebagai sales di industri otomotif, gymnastic anak, restoran amenities, telekomunikasi, digital marketing dan payment gateway. Beliau bisa dihubungi di: Hp: 085606117640 Email: firmanriset@gmail.com Telegram: @sistemukm Channel: telegram.me/ukmid 01/06/16, 20:04 – devi9an1: Kpd bp firman kami persilahkan… 01/06/16, 20:07 – Firman Elhakim: terima kasih bu devi atas sambutannya 01/06/16, 20:08 – Firman Elhakim assalamualaikum bapak ibu pebisnis muslim, salam kenal saya firman elhakim dari tangerang  Tips menghadapi bisnis yang beroperasi alamiah Sebelum masuk ke materi inti, sebagai pemanasan saya ingin melakukan survei dulu. Tolong dijawab dengan jujur sesuai dengan kondisi usaha anda 😄

Apakah anda sedang menjalankan usaha makanan, toko roti atau restoran?

1. Dulu populer, tetapi belakangan penjualan menurun.

2. Pelanggan semakin berkurang.

3. Seringkali pelanggan menanyakan produk / masakan rekomendasi.

4. Ada staf yang tidak bisa menjawab ketika pelanggan menanyakan produk / masakan rekomendasi.

5. Staf tidak bersemangat

6. Staf tidak bekerja seperti yang diharapkan.

7. Penjualan banyak tapi tidak ada keuntungan.

 Saya berbisnis: ……….

1. ✅❌

2. ✅❌

3. ✅❌

4. ✅❌

5. ✅❌

6. ✅❌

7. ✅❌

silahkan jawab ya atau tidak dengan memilih gambar check atau silang

wow alhamdulillah banyak juga ya yang mengisi survei , bu devi bisa membantu saya menjumlahkan jumlah jawaban ya atau cross untuk 7 pertanyaan survei?.Ok terima kasih atas respon jawabannya. Mari kita lanjutkan diskusi menghadapi bisnis yang beroperasi alamiah.  Pertanyaan yang saya ajukan tadi untuk mengecek seberapa parah penyakit rutinitas usaha anda.  Jika usaha anda memenuhi salah satu kriteria diatas, hati2 lah usaha anda punya kemungkinan terkena penyakit rutinitas. Penyakit rutinitas timbul dari kebiasaan buruk setiap hari yang tidak kita sadari. Sebuah bisnis yang dikelola secara alamiah cenderung memburuk. Makin banyak jawaban ya atau check berarti anda makin khawatir terhadap masa depan usaha anda.  Kenapa pengelolaan usaha tidak berjalan lancar?  Bisa jadi karena resesi, konsumen kita jadi menahan diri untuk berbelanja – daya beli konsumen menurun.  Bisa juga karena sengitnya persaingan, kita kesulitan mendapatkan order yang diinginkan.  Tapi sebagian besar penyebab dari buruknya manajemen ada pada diri perusahaan dan pihak pengelola itu sendiri.  Waspadai seperti apa situasi manajemen usaha anda?  Akibat kestagnanan, komunikasi yang kurang dan kontrol angka yang setengah-setengah banyak usaha makanan yang terserang gejala “mengusang” dan “menurunnya semangat para karyawan”. Bisa jadi hal itu menjadi penyebab menurunnya penjualan dan bangkrutnya usaha makanan. 01/06/16, 20:51 – Firman Elhakim(istri): Usaha makanan, toko roti dan restoran memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri manufaktur. 01/06/16, 20:52 – Firman Elhakim(istri): Industri manufaktur relatif bisa melakukan bisnis dengan stabil selama ada pelanggan. Yang dihadapi oleh industri makanan dan minuman adalah konsumen umum, dan apa yang saat ini populer belum tentu akan populer tahun depan.  Usaha makanan saingan terus bermunculan, tidak mengambil langkah apapun bisa membuat konsumen kita terambil pesaing.

Hasil surveyor:

1. ✅: 4 ❎:8

2. ✅:6 ❎:6

3. ✅9 ❎3

4. ✅ 7 ❎5

5.✅6 ❎6

6.✅6 ❎6

7. ✅5 ❎7

👆🏻mamin 8 non mamin 4

terima kasih bu devi atas rekapitulasi hasil survei 12 orang pebisnis muslim di wa grup equator entrepreneurs

Tternyata situasi yang dihadapi pebisnis muslim disini:

1. 2/3 responden penjualannya terus meningkat dan populer.

2. 1/2 responden mengakui Pelanggan semakin berkurang.

3. 3/4 responden mengakui Seringkali pelanggan menanyakan produk / masakan rekomendasi.

4. 3/5 responden mengakui Ada staf yang tidak bisa menjawab ketika pelanggan menanyakan produk / masakan rekomendasi.

5. 1/2 responden mengakui Staf tidak bersemangat

6. 1/2 reponden mengakui Staf tidak bekerja seperti yang diharapkan.

7. 2/5 responden mengakui Penjualan banyak tapi tidak ada keuntungan.

Saya menyarankan bapak ibu pebisnis muslim disini memperhatikan improvement untuk 7 critical factor diatas agar bisnis langgeng.  Inilah 4 besar penyakit pola hidup usaha makanan yang bisa melemahkan daya resistansi bisnis kita:

1. Tidak sensitif terhadap perubahan.

2. Hilangnya keistimewaan.

3. Terputusnya komunikasi.

4. Gejala keuntungan rendah.

Penjelasannya

1. Tidak sensitif terhadap perubahan. Jarang mengganti menu/daftar produk/isi showcase dan desain restoran/toko roti sehingga tanpa disadari jadi ketinggalan zaman dan konsumen menjadi bosan.  2. Hilangnya keistimewaan. Makanan beragam, tapi keistimewaannya sulit diketahui seperti misalnya tidak ada masakan yang menjadi ciri khas penarik perhatian tamu, atau tidak tahu cara menampilkan masakan yang menjadi ciru khas tersebut. 3. Terputusnya komunikasi. Pemikiran pemimpin tidak sampai ke bawahan sehingga keinginan dan moral para karyawan menurun. Sehingga membuat tamu merasa tidak puas.  4. Gejala keuntungan rendah. Penyakit keuntungan tidak meningkat yang tidak sebanding dengan penjualan. Akibat kesia-siaan kecil karena kalkulasi yang serampangan. Daya tarik restoran, toko roti dan usaha makanan kita kemudian menurun akibat tidak bisa melakukan pendanaan kembali. (tidak ada laba ditahan, cashflow dan modal kerja terus berkurang hingga bangkrut)  silahkan sampai disini ada pertanyaan, kritik, saran atau diskusi?

pertanyaan; saya juga usaha makanan, sudah 6 bulan ini ga profit sama sekali. Apa yang harus dilakukan? Pingin tutup nanti habis lebaran? Apakah langkah ini tepat? Jazakillah ya mba Devi

pertanyaan2; Sy usaha jasa…personal image sangat menentukan dipengembangan usaha saya…kr diawali dari pelaggan yg sdh paham karakter owner…lambat laun pelanggan itu jd brand amabasador kita….namun haruskah personal image diasah terus?

pertanyaan 3; Saya sudah lakukan berbagai macam inovasi karena sy bergerak di bidang jasa Event organizer saya selalu berikan berbagai macam penawaran dgn jenis kegiatan yg trus berinovasi, tidak cuma outbound biasa , namun kendala nya adalah penjualan, kami sdh buat flow penjualan dari mulai ; telemarketing – sales visit (ke perusahaan) dan juga fax. Pertanyaan nya, cara penjualan untuk perusahaan jasa eo itu yg tepat seperti apa?

Jawaban untuk no.1 cukup sulit jawabannya jika saya tidak mengetahui secara menyeluruh kondisi perusahaan.  apa asal mula yang menyebabkan penjualan terus menurun?

pertanyaan no4. *tidak sensitif terhadap perubahan* Produk sy inovasi makanan tradisional dgn kemasan modern(bahan dan nama)….tapi perkembangan pemasaran tdk spt harapan sy kr tyt orang tetap melihatnya produk jadul..jd mesti perbaikan dibagian mana ya pa

jawaban untuk no.2 personal image menurut saya penting jika itu adalah keunggulan utama usaha anda. tetapi bisnis dengan model seperti ini membutuhkan keterlibatan pemilik yang tinggi sampai proses pelayanan pelanggan juga harus dihandle pemilik.  konsekwensi ini perlu dipertimbangkan jika kita ingin bisnis berjalan tanpa kehadiran pemilik. coba cari keunggulan dan diferensiasi lain yang bisa menunjang perusahaan anda?

jawaban untuk no.3 betul langkah awal anda sudah tepat dengan membuat sales flow dan memonitor rutin perkembangan hariannya.  model bisnis eo saya rasa cocok untuk pasar b2b bisa kantor, pabrik, distributor, dll yang memiliki divisi hr dan punya budget outbond. ada baiknya coba membuka key relationship dengan divisi HR untuk melihat potensi permintaan eo dan outbond.

pertanyaan no 5. Produk saya mamin namin sy tinggal di lokasi terpencil…ingin produk berkembang..coba disiasati dgn promo online…lumayan byk orderan…tapi krn ndusun…kirim kirim barang muahaaal ongkosnya…itung2 ya impasa aja..blm untunh…bgm sy bisa untung?

  Aci Zona Adventure: Jazzakallah pa firman,, namun kami berinovasi dengan membuat divisi di antara nya ; 1. Divisi MICE $ Trip (meeting incentive convention exhibition) semacam publik training, inhouse training juga 2. Training consultant.. Namun kendala nya karywan kami yg susah sekali bergerak untik sales.. Kira2 apa solusi nya yah..?

saya sarankan no.3 memiliki karyawan sales yang bertugas secara rutin melakukan telemarketing dan meeting penawaran ke pelanggan.  meeting yang dilakukan atas schedule kedua belah pihak dan permintaan presentasi dari prospek saya yakin potensi closingnya lebih besar daripada visit tanpa membuat janji sebelumnya. sales flow yang perlu diperhatikan aktivitasnya yaitu appointment, followup dan teknik menghadapi concern pelanggan

pertanyaan no6. Bp firman terima kasih pencerahannya…sy ada pertanyaan begini…kemarin ada yg sharing ttg bgm produk bisa ikut retailodern dgn masuk mall a b c…tapi berujung nyaman dgn penjualan online..lebih untung gitu dgn online…sebaiknya tahapannya itu bgm? Penting ga produk ukm ngemall di zaman serba olshop kaya gini…demikian bapak

pertanyaan no 7. Terkait pertanyaan nomer 6,sy masih memilih pemasaran tradisional di pasar tradisional…yg ada interaksi fisik dan mimik..alhamdulillah usaha kami perlahan tapi bertahan…tapi memang masih jd usaha lokal…didalam kandang…sy ikut forum2 spt apakah dikatakan sy mulai pemasaran online juga ya… Maaf ini pertanyaan apa pernyataan ya .

bu devi saya ijin perpanjangan waktu lebih dari jam10 ya untuk menjawab pertanyaan 4-7 dan ada 4 tips yang nanti baru akan saya ketik untuk topik diskusi menghadapi bisnis yang beroperasi alamiah. ok bu aci saya menjawab no.4-7 terlebih dahulu baru nanti akan menjawab pertanyaan bu aci

jawabanno .4 maaf saya sulit menjawabnya karena belum melihat tampilan fisik dari kemasan, model penyajian produk anda dan inovasi seperti apa yang anda lakukan? untuk inovasi produk baru memang konsekuensinya perlu biaya edukasi pasar.  saya pernah lihat ada makanan kaki lima rambut nenek dikemas secara menarik  rambut nenek itu yang saya tahu kembang gula berbentuk helai berwarna merah  nah ini dibuat menjadi beragam rasa, kemasannya menarik, mudah dikirim dengan ekspedisi dan tidak basi dalam waktu 1 minggu  maaf saya kebetulan tidak simpan arsip gambarnya  biasanya onlineshop makanan banyak yang update produk baru di instagram. bisa jadi referensi melihat tren produk baru dengan melihat banyaknya orang yang like dan comment produk tersebut.

jawaban no.5 harusnya anda membebankan biaya ongkos kirim kepada pelanggan dan mulai mempertimbangkan menyewa gudang di kota terdekat. memang disini anda memerlukan stok agar barang bisa segera dikirim ke ekspedisi sesaat setelah ada pembayaran pesanan.  harap jangan menanggung biaya ongkos kirim karena itu sangat merugikan anda. 01/06/16, 22:15 – devi9an1: *ybs meralat bhw ongkos u bawa barang k lokasi ekspedisi maksdnya 01/06/16, 22:16 – devi9an1: Menentukan harga produknya mgn yg harus di review y pa? 01/06/16, 22:17 – Firman Elhakim: oh ok berarti harga jual produk anda harus memperhitungkan minimal biaya bensin motor pulang pergi ke ekspedisi. segera tambahkan harga per produk anda, jangan ragu 😀 betul bu devi 👍🏼

jawaban no.6 jika traffic pengunjung mall banyak, saya rasa perlu jualan di mall agar lebih mudah bagi pelanggan baru mengenal anda, melihat contoh produk anda di mall.  ini terjadi juga di jakarta jika pernah ke pusat grosir tanah abang dan itc, disana banyak penjual onlineshop yang juga membuka stan di mall  bahkan yang laris jualannya, ada beberapa stan yang sama sekali tidak memajang produk hanya memajang pesanan yang sudah dipacking rapi dengan sampul cokelat ironis, punya stan di mall tapi malah dipakai gudang  untuk jualan di mall memang perlu biaya sewa yang cukup mahal, tetapi bisa menjadi langkah ekspansi usaha yang strategis  misalnya seperti pengusaha cctv asal lampung yang sudah lama kuat di lampung penjualannya, coba membuka pasar di harco mangga dua dengan tampilan toko yang mencolok. 0 langkah ekspansi yang strategis menguasai ibukota yang tingkat permintaannya tinggi.

jawaban no.7 sekarang banyak channel penjualan online yang bisa kita lakukan, antara lain:

1. kita bisa membuat website onlineshop sendiri berbasis cms wordpress woocommerce, prestashop, magento dan opencart.

2. kita bisa berlangganan dengan platform onlineshop siap pakai seperti shopify, wix, bigcommerce, jagoan website, tranyar, dll

3. kita bisa memakai sosial media buat berjualan: bbm, line, whatsapp dan telegram

4. bisa juga aktif di grup sosial media dan iklan sesuai aturan grup.  5. menjadi supplier setara pabrik atau distributor utama untuk onlineshop besar seperti matahari mall, blibli, bhinneka, lazada

6. berjualan melalui marketplace seperti bukalapak, tokopedia, tripvisto, traveloista dan triptrus

7. berjualan di classified ads seperti olx, kaskus dan indonetwork

8. bekerjasama dengan jasa delivery dan pemesanan online seperti go-food, foodpanda dan zomato

9. bisa membuat aplikasi mobile apps native onlineshop sendiri untuk berjualan lewat android dan apple ios. 01/06/16, 22:54 – Firman Elhakim(istri): mungkin seperti itu yang bisa saya informasikan 😀

apalagi sekarang hingga pelosok, internet mulai stabil. pemilik onlineshop bodybigsize mengaku penjualannya sudah menjangkau se indonesia

Iklan