Tag

Kuline/Share Story/Kutipan GEE:
Kuline Pasar Ekspor/Fashion oleh Bp Diar
4 Agustus 2016
=======================

Berikut Profile Pemateri

Nama : Diar Noorstiar Hidajat
TTL : Bandung, 28 Februari 1978
Alamat : Buana Hill Top View Residence A4/1 – Jln. Cinangka Melatiwangi
Ujung Berung – Bandung – Jawa Barat – Indonesia

Tel/WA/ : +62.813.200.17.200
Telegram

Facebook/ : Diar Noorstiar Hidajat
LinkedIn

Perusahaan : CV. Diadra Sehati Mulia | DSM Textile Trading
: Wanoja Baruni | Ethnic and Unique Abaya

**Pengalaman Kerja :

1999 – 2001 Mitra Textile dan Garment, sebagai staff Consultant.
2001 – 2010 PT. ITOCHU INDONESIA, posisi terakhir sebagai Bandung branch Manager dan Asisten Divisi Manager Textile Division for Middle East Region.
2010 – Present DSM Trading, Tekstil trading untuk pasar Timur Tengah dan Asia.
2014 – Present WanojaBaruni | Ethnic and Unique Abaya, Business Development Manager.

**Training :

ITOCHU National Staff Training, Nov 2005, Tokyo – Japan.
Training for Exporters, angkatan ke-2, DJPEN-INDAG, 2013-2014.
Teknik Promosi produk Eskpor, PPEI-INDAG, 2014
Uji sertifikasi pelaku Eskpor dan Instruktur Muda, Kementrian KUKM-BNSP, Mei 2016

**Sertifikasi :

BNSP, Sertifikat Kompetensi No Reg. KEK.156.00098.2016 – Pelaku Eskpor
BNSP, Sertifikat Kompetensi No Reg. 80910 2440 4 00005648 2016 – Instruktur Muda.

DiarBndung:
Baik bu Devi, terimakasih banyak atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya ☺️

Bismillahirrahmanirahim, Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh.

selamat malam sahabat yang di muliakan oleh Alloh, mari kita awali kuline kita dengan doa, semoga apa yang telah kita upayakan pada hari ini mendapatkan Ridho dari Alloh, dan diterima sebagai amal ibadah. Aminn.

Beberapa waktu yang lalu Bu Devi meminta saya untuk sharing tentang Go Fashion Go international, namun mengingat bidang usaha sahabat GEE sangat beragam, maka pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang bagaimana sebaiknya UKM menyikapi peluang pasar ekspor.

Sebelum mulai ke sharing, saya pada saat ini usaha di bidang trading textile, membantu alias “mencaloi” pabrik tekstil di Indonesia untuk menjual produk mereka terutama ke pasar Timur tengah dan Asia.

Saat ini saya berpartner dengan beberapa pabrik tekstil diantara nya PT. Lucky Print Abadi di cibitung, PT. Bhineka Karya Manunggal di karawang, PT. Gajah Angkasa Perkasa, PT. Leuwijaya Utama Textile, PT. Trisula Textile, CV. Pola Manunggal di Bandung, dan PT. New Minatex di Malang

Banyak pelaku UKM yang masih merasa “takut” atau kurang PD ketika mendapatkan peluang untuk masuk ke pasar ekspor, masalah nya klasik :

1. Kapasitas produksi yang belum memadai
2. Kualitas SDM yang belum mumpuni
3. Permodalan
4. Kendala Bahasa

Padahal bila kita berani untuk masuk pasar ekspor, perlahan tapi pasti ke-4 masalah ini bisa teratasi. Loh kok bisa?

Bisa donk, masa bisa lah 😁

Pertama kita lihat dulu definisi ekspor.

Ekspor adalah ketika produk kita keluar dari daerah kepabeanan negara kesatuan republik Indonesia

Tidak harus banyak, jika hanya 1pc pun produk kita keluar daerah pabean, maka itu termasuk ekspor

Sebaliknya, jika ada produk dari luar negeri yang masuk ke daerah pabean kita, itu kita namakan impor, walaupun hanya 1 pc

Buktinya, setiap kita pulang dari luar negeri, maka dikasih satu formulir deklarasi bea cukai, jika barang yang kita beli di luar negeri dan kita bawa ke dalam negeri nilai nya melebihi usd 250, maka kita harus bayar bea masuk

Coba deh nonton realiti show Custom Protection atau Indonesian border

banyak yang kena tuh orang asing bawa barang2 mahal ke Indonesia 😁

kembali ke ekspor

Setidaknya ada 2 keuntungan/ benefit bagi jika kita masuk pasar ekspor :

1. Dipaksa untuk upgrade produk/standar mutu

Coba lihat produk yang di ekspor, pasti kemasan nya di buat menarik, jika itu berupa food and beverages, pasti tercantum komposisi, kandungan gizi, no registrasi halal dan lain sebagai nya.

Kenapa demikian? karena pasar international menerapkan seabreg standar mutu untuk menjamin kualitas produk ya

ng masuk ke mereka

sehingga apabila kita ingin ekspor, maka standar mutu kita harus mengikuti standar mutu mereka. Saya kira Ini yang dimaksud oleh Bu Ayu kemarin malam ketika menawarkan peluang ekspor bagi para sahabat disini yang bergerak di bidang food and beverages.

Bandingkan jika hanya bergerak di lokal saja, banyak ukm yang sudah merasa puas dan tidak perlu meningkatkan standar mutu karena simply barang nya sudah laku.

2. Mendapatkan inkam dalam valuta Asing

Transaksi ekspor biasanya dilakukan dalam valuta asing yaitu USD

Minggu ini USD ada di kisaran Rp. 13.100 an.

Bagi eskportir ini menguntungkan, karena cost produksi dan operasional dalam Rupiah yang nilai nya jauh lebih rendah

Apalagi bila bahan baku nya 100% lokal, margin nya bisa berkali kali lipat karena keuntungan bukan hanya dari nilai yang di tambahkan tapi juga dari nilai tukar.

Lalu apa yang seharusnya UKM persiapkan jika ingin menembus pasar Ekspor ?

Sekurang kurang nya ada 3:

1. Mempelajari dan mengetahui hal2 yang mendasar tentang ekspor
2. Mencari calon buyer/buyer
3. Mempersiapkan produk yang sesuai dengan pasar ekspor

Hal2 yang mendasar ttg ekspor meliputi bagaimana cara untuk menawarkan produk kita kepada buyer asing, bagaimana cara menghitung harga sesuai dengan incoterms 2010, krm bu Ayu sempat menuliskan istilah “Ex Works” ini salah satu nya, selainya ada FOB, CNF,CIF dll, bagaimana menghitung kubikasi kontainer sehingga produk kita bisa masuk pada saat packing, apa sistem pembayaran yang aman bagi kita, bu Ayu kemarin sudah menyebutkan “LC” dan masih banyak lagi, serta hal2 lain yang sangat mendasar.

Tidak perlu ahli, cukup paham dan cukup tahu saja, pelaksanaan teknis di lapangan bisa di serahkan ke forwarder atau PPJK.

yang kedua, ini yang sangat penting, adalah mencari calon buyer atau buyer ekspor

ini bisa dilakukan dengan mengikuti expo/pameran seperti yang dilakukan oleh Bu Ayu, Pak Revo dan mungkin beberapa rekan yang lain.

BIsa juga via online, dengan mendaftarkan diri di situs djpen.go.id

nanti disana ada untuk member, dan mereka akan secara kontinyu mengirimkan list buyer yang kebutuhan nya beragam. Kita bisa cb krimkan “introduction letter” perusahaan kita kepada mereka, tentunya bila produk kita cocok dengan kebutuhan mereka.

Atau via situs alibaba.com

atau via medsos bagi para pengusaha dan profesional yang sudah saya praktekan sendiri dan alhamdulillah dapat buyer yaitu LinkedIn

Ke tiga, mempersiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor

UKM biasanya product oriented. Membuat dulu sesuai dengan keahlian dan keinginan lalu di jual

Ini tentu tidak salah, namun tentu bila ingin masuk ke pasar ekspor, kita harus mau melakukan adaptasi produk

Oleh karena itu, hal pertama yang harus kita lakukan tentunya mencari dulu Negara Tujuan Ekspor (NTE) mana yang kira2 cocok dengan produk kita.

Misal jika produk kita fashion muslim, kita bisa coba masuk ke Malaysia, Brunei, Cambodia, Timur Tengah dan negara Selatan Rusia yang banyak muslim nya

Saya kira demikian.

Iklan