Tag

,

Kuline Blue Ocean Rezeki/ 23Sept16

Assalamualaikum..

baik, trimakasih bu dewi..

seperti yg sudah disapaikan bu dewi, malam ini tema sharing saya mengenai BLUE OCEAN REZEKI

Ini tentang RAHASIA REZEKI

Pokoknya kalo ngomong REZEKI atau DUIT itu bahasan yang menarik dan tentu saja menggiurkan…
Betul?

ENggak betul dong…
Tetapi.. BETUL BUANGGEEET!!!

Saya tahun 2001 mulai berbisnis percetakan dengan tasnim print.

2003 bangkrut secara efektif & efisien.

2005 saya buka bisnis percetakan lagi dengan nama DERAJAT CELCIUS, dengan Layanan utama Print warna tanpa minimal order

2007 ada tantangan, layanan utama derajat celcius, print warna tanpa minimal order sudah tidak layak lagi dijual. Karena setiap orang bisa membeli printer infus dengan harga murah. Sehingga tidak lagi perlu cetak ke derajat celcius.

2008 Saya menemukan solusinya, Dengan merubah model bisnis dan brand strateginya. Tanpa merubah bisnis utamanya.
Tetapi hari ini saya tidak akan bercerita tentang ini. Ini dimateri yang lain. Yang sedang akan saya upgrade, BnB. Bisnis n Brand.

2011 Perubahan yang saya buat tahun 2008 sudah tidak lagi relevan. Sehingga Derajat Celcius harus merubah lagi model bisnisnya.

Kompetitor saya menggunakan mesin-mesin mahal yang dapat menekan cost produksi, sedangkan saya, belum ada kemampuan untuk mengimbanginya secara finansial.
Alhamdulillah, dengan merubah model bisnis dan brand strateginya dapat mengimbanginya tanpa mengganti mesin yang ada.

Alhamdulillah hingga sekarang, masih relevan…
Ilmu tentang brand saya dapatkan dari jalanan begini.
Dengan bisnis saya sendiri sebagai laboratorium uji coba.

Saat ini bisnis yang saya kelola ada 3 :
1| Derajat Celcius offset
2| Derajat Celcius kartu nama instant
3| Design Talk, brand identity + Communication

Nah, hari ini saya mau cerita tentang Blue Ocean Rezeki.
Basic Blue Ocean saya ambil dari istilah Blue Ocean Startegy, yang memberikan stretagi kepada bisnis owner agar merubah business modelnya agar tidak bersaing satu dengan yang lain. Sehingga masuk ke laut biru yang luas, tanpa berebut satu dengan yang lain.

sama yang saya maksud dengan blue ocean rezeki adalah rezeki Allah sangat luas, tidak perlu mengambil jalan yang tidak sesuai dengan syariatnya.

Semoga Allah menjadikan saya dan anda semua sebagai orang-orang yang yakin.

Mari masuk ke dalam dunia bisnis saya…
Apa yang saya kerjakan dan lakukan.

Saya Biasa handle klien yang corporate,
bisa ratusan juta omsetnya satu klien –> mulai Desain & cetak…
mungkin buat anda kecil nilai segitu.

Tetapi buat saya sih GUEDHEE …
bagi seorang Designer yang ‘masih’ mimpi pengen punya ‘mobil’ <– dikala itu

Salah satu klien yang saya handle adalah Sekolah Pramugari…

WOW…
Gimana buat brosurnya coba?

udah kebayangkan pas photo Session.
DILARANG MEMBAYANGKAN !!!

udah 5 Tahunan saya handle
KARENA COCOK DESAINNYA
dan saya biasa kasih ‘Insight” tentang
marketing dan branding.
TANPA CHARGE !!! –> Enak tho…

Tahun 2014
Pada suatu hari…
Pagi hari, saya tanda tangan Kontrak project baru untuk desain & cetak.

Kemudian balik ke kantor
Duduk di hadapan komputer diatas meja.
Saya buka TImeline FB (facebook)
ada temen saya komen di statusnya seorang ustadz
“Ustadz, klo iklan pake model cewek tanpa jilbab boleh enggak?”

“ENggak boleh…”

DUEEER !!!!
Hatiku jadi galau…
Kalo saya enggak Terima..
–> Waduh… itu duit semua mas… Ratusan juta lhoh…

Kebayang desain & cetak yang saya tangani, satu sekolah pramugari seperti tadi diatas nilai kontraknya.
Padahal yang saya tangani bukan cuma 1 sekolah, ada beberapa yang lain.

Dan saya juga membayangkan…
Kalau gambar wanita tidak bejilbab tidak boleh, berarti logikanya BPR, institusi ribawi dan bisnis yang tidaksesuai syariat tidak boleh juga… Hmmm….

Padahal, Design Talk, pada saat itu pelanggannya mayoritas adalah BPR.
Dan 1 desain brand identity saya jual ke BPR nilainya 8 digit.

APa yang saya liaht di FB tadi cukup mengusik hati saya…

Saya SAVE AS dulu ke galauan itu
dalam hati dengan nama file –> GALAU.DOC

Malam perjalanan ke bandung naik kereta api..
Enggak bisa

tidur
File Galau.doc saya buka dan saya baca ulang.. hehehe
Perjalanan itu bukan lagi perjalan kereta diatas rel
menjelma perjalan seorang hamba diatas syariat –> cieee…

akhirnya saya PUTUSKAN TIDAK TERIMA !!!
Membuat keputusan itu bukan hal yang mudah, karena 65% omset saya berasal dari bisnis yang ternyata ‘tidak’ layak saya terima.

4 Hal yang menguatkan saya…
yang membuat saya jadi tambah YAKIN.

Apa itu?
Yang pertama, Cerita Sandal.
Sandalnya Ali bin thalib..

Kisahnya
Ali shalat di masjid
Sandal dititipkan seseorang didepan masjid –> belum ada penitipan waktu itu

Habis shalat, Sandal + orangnya hilang
Ali pulang ke rumah lewat PASAR
Ada pedagang yang jual sandal Second –> kalo sekarang dijual di OLX kali ya..

Disitu terlihat sandalnya Ali…
“Berpa harga sandal ini?” tanya Ali
“2 Dirham”
“HPP nya brp?”
“Rahasia dong… saya yang jual…”
—>Singkat cerita : Ali cerita tentang sandalnya yang hilang

“ooo begitu ceritanya…ini sandal saya beli 1 dirham…” kata pedagang

Ali mengatakan
“Demi Allah, saya sudah bertekad memberi penjaga sandal tadi 1 dirham…

Jika dia bersabar sedikit dia dapat 1 Dirham dengan cara yang halal…
Tetapi dia kurang bersabar…
Dia tetep dapat 1 dirham
tetapi dengan cara yang Halal”.

Kisah ini –> Bagaikan vitamin penguat KEYAKINAN tentang REZEKI

“ah kalo gitu… jika ratusan juta yang saya batalkan kontraknya
masih jadi rezekiku…
Pasti akan datang, dengan cara yang HALAL…
Syarat SABAR DIKIT”.

Saya delete GALAU.DOC nya !!!
Yang masih kerja di institusi RIBAWI
Yang pengen BUKA BISNIS tetapi masih TAKUT KEHILANGAN REZEKI !!!

–> Renungin kisah diatas

Kisah kedua, cerita tentang NABI MUSA.

Kita semua, sudah tahu cerita tentang nabi musa & firaun.
Ketika nabi musa berdakwah ke istana firaun,
Nabi musa berhadapan dengan tukang sihir firaun.
Tukang sihir firaun menunjukkan tipu muslihatnya
Tali dirubah menjadi ular.
Kemudian?

Anda sudah bisa menebakkan?
Tongkat nabi musa berubah jadi ular dan memakan ular-ular tipu muslihat tukang sihir firaun.
Betul?
Hafal khan cerita begitu?

Cerita kedua tentang nabi musa,
Nabi musa dikejar firaun sampai ke laut merah
Kemudian…

Laut terbelah dan nabi musa menyebrang laut dan tentara firaun tenggelam..
Begitu khan?

CErita aslinya tidak sesimple itu.
Itu cerita yang diceritakan di PAUD.

Didalamnya ada sudut pandang yang jauh lebih bermakna.
Kejadian pertama, saat nabi musa berhadapan dengan tukang sihir firaun.

Saat tipu muslihat tukang sihir firaun berupa tali yang berubah jadi ular.
Nabi musa mundur kebelakang karena takut.
Kenapa?
Karena nabi musa tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Kemudian nabi musa diperintahkan Allah melalu wahyu untuk melemparkan tongkatnya.

Setelah dilemparkan…
Nabi Musa lari ke balik pilar karena takut.
KENAPA?

Karena nabi Musa tidak tahu apa yang akan TERJADI setelah melempar tongkatnya.

Saat ini kita tahu setelah tongkat terlempar, akan menjadi ular dan memakan ular-ular kecil milik tukang sihir firaun.

Coba melihat dari sudut pandang NABI MUSA…
Ketika diperintahkan lempar tongkat,
Nabi musa tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya…
Makanya lari kebalik pilar untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya

nah disitu pelajarannya
Nabi Musa diperintahkan untuk melempar… Ya dilempar… Tanpa tanya !!!

Seakan tidak ada korelasinya..
Musuh menggunakan ular..
Dan Nabi Musa diwahyukan untuk MELEMPAR TONGKAT…

Misal dapat perintah :
“Lemparkan!!”

Saya jawab :
“Ya Allah, didepan saya ular, kenapa suruh ngelempar? Turunin aja langsung yang bisa memusnahkan.”

Dan sejenisnya…
Tetapi iman para nabi..

Perintah … Laksanakan !!! Tanpa tanya dan tanpa tapi !!!

Kejadian ke dua,
Saat menyebrangi laut merah.
Nabi Musa diperintahkan untuk berjalan ke arah laut merah…
Ingat hanya berjalan ke laut merah… Tanpa tahu apa yang akan terjadi disana..
Enggak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Ketika sampai dilaut merah,
Pengikutnya, bertanya ” apa yang selanjutnya?”

“Tidak tahu… Menunggu wahyu…”
Sampai bermalam dipinggir laut merah, tidak ada wahyu turun.

Sementara…
T

entara firaun sudah mendekat…
Saat tentara firaun sudah terlihat…
Artinya sedikit lagi dapat menyentuh rombongan nabi musa
Dan diujungnya adalah laut merah..
Yang artinya tidak ada lagi jalan keluar
NAbi musa & pengikutnya mulai cemas…

Barulah jawaban muncul
Laut terbelah…

Nabi musa & pengikutnya menyeberanginya…

Pelajarannya :
1| Saat diperintah, lakukan tanpa tapi dan tanya yang menyulitkan diri sendiri
2| JAwaban muncul saat-saat kritis, bukan sebaliknya.
3| Jawaban muncul benar seperti surat at talaq “dari arah yang tidak disangka-sangka” –> Tidak disangka artinya tidak pernah terpikir oleh saya dan anda.

CErita ketiga,

Saya teringat sebuah hadits “Barangsiapa meninggalkan yang haram karena Allah. Allah akan menggantinya yang lebih baik”

Cerita ke empat bersambung…

Semoga Allah menjadikan saya sebagai orang yang istiqomah…

Dan kalau ditanya before afternya bagaimana?
Saya risih sebetulnya menjawabnya..

Karena bagi saya hidayah dan selamat dari kesalahan itu sudah KONDISI yang TERBAIK dan anugerah terindah.

Karena kondisi duniawi tidak dapat dijadikan ukuran sama sekali.

Walapun, jika ditanya, before afternya…
Saya jawab..”saya banyak diberi hal-hal tentang keduniaan yang TIDAK PERNAH saya rasakan sebelumnya dan yang dulu bagi saya, itu HANYA KHAYALAN & MIMPI SAYA”

Tetapi sekali lagi…

Jangan jadikan materi keduniaan sebagai ukuran…

Silahkan jika ada pertanyaan

Dewi Sri:
Baik, pertanyaan saya, setelah perjalan hidup bapak, bagaimana cara kami khususnya saya untuk mengasah cara berpikir atau mengambil keputusan dari sudut pandangan yang mungkin untuk sebagian orang hal tersebut menjadi aneh dan tidak

Tidak pada umumnya, contoh menghindari pemberian fee untuk pengurusan ijin usaha

Sedangkan di masyarakat kita hal tersebut sudah menjadi kewajaran

Dody Design Talk:
Jikalau berkaitan dengan perizinan yang qt wajib mengikuti, namun saat ingin menjadi taat dipersulit… Secara hukum, ustadz, yang lebih berhak menjawabnya… Namun…

Jika berbicara tentang sudut pandang yang berbeda…

Misalnya, “saya mau mengembangkan bisnis jadi lebih besar… Butuh duit untuk pinjem bank… Kalau g pake duit bank g bisa kerja niih…”

Pda umumnya begitu

Saya sih mikirnya begini…

Yang memerintahkan membesarkan bisnis siapa?

Allah nyuruh gtu?

Dibalut dengan alasan2 “biar bisa membantu orang lebih banyak”…

Oh ya?

Tanya hati kecil terdalam….

Kepuasan nafsu kah?

Dan juga tidak ada larangan untuk memperbesar bisnis

Yang dilarang itu caranya jika salah

“Kalau enggak g KPR g bisa beli rumah?”

Mati tanpa memiliki rumah enggak ada dosa kok

Ttp mati dengan membawa dosa riba.. Naudzubillah

Apakah syariat membatasi ruang gerak manusia?

“YA”

Rokok adalah produk yang sangat dibatasi ruang gerak iklannya…

Tetapi menjadikan iklan rokok, adalah iklan paling kreatif

Betul?

Semakin DIBATASI, harusnya semakin kreatif

Sumber Daya Alam…

Negara yang KAYA SDA biasanya SDM nya lemah

Kebalikannya

Negaraya yang miskin SDA biasanya SDM nya pinter

Pinter ngerjain negara2 yang kaya SDA

Semakin terbatas ruang geraknya… Otak akan semakin kreatif…

Kalau dikendalikan dengan cara yang benar…

Begitu bu…

Dewi Sri:
Terimakasih pak, entah kenapa kok saya

Dody Design Talk:
Selama qt berpikir, “enggak mungkin bisa beli rumah tanpa KPR” … ya beneran terjadi…

“Mintalah kepadaKU niscaya Aku kabulkan”
(Qs 23:40)

Apa yg diminta.. itulah yg dikabulkan

Termasuk permintaan agar qt tidak dimampukan dan tidak berdayakan

Ini salah satu doa agar qt tdk dimampukan…

Perintah, laksanakan, tanpa tapi

Juga menjadi nasehat pribadi untuk saya…

Saat saya diawal2 hijrah

Kondisi membutuhkan cash

Ada order masuk dr bali

Ngobrol panjang dan lebar

Sepakat nilai yg fantastis

Saat interview

Klien saya sebuah resto

Saya tnya menu apa saja yg disediakan selain steak sapi?

Babi muda , jawabnya

Ya Allah… ya Rabbi…

Saat butuh duit…

Udah kelihatan ada duit

Setelah dideketin tyta hal yg batil

Fatamorgana

Saya cut

Tdk saya lanjutkan

Seringnya pertolongan

Dititik kritis2

Bgtu..

Cerita bar

usan sekaligus Sebagai penutup

Iklan