Assalamua’alaikum Sahabat GEE.

Terima kasih saya diberi kesempatan untuk bercerita di sini.

Saya Aida
Asal Palembang
Domisili di Bogor sejak tahun 1979
SMA Regina Pacis
Kuliah di Bandung
Setelah menikah kembali lagi ke Bogor.
Cinta banget deh sama Bogor

Sebelum saya bercerita tentang usaha yang saya jalani sekarang saya akan sedikit bercerita tentang kebiasaan saya, sejak SD saya sudah senang membantu ibu saya memasak, membuat kue, menjahit, membordir, karena ibu saya guru.
Saking seringnya saya menemani ibu saya dan murid-muridnya, akhirnya jadi suka sampai sekarang.

Awal saya membuat Lapis Talas Bogor AIDA -yang selanjutnya saya singkat LTB AIDA- karena keponakan mendapat pesanan 500 box diawal 2012. Hanya sebatas itu, karena saya masih mengelola restoran di Jakarta dan Kantin di Ekalokasari.

Tidak memungkinkan bagi saya untuk memegang dua usaha sekaligus sehingga saya memutuskan tetap di restoran.

Enam bulan kemudian restoran dan Kantin saya tutup karena tidak sanggup membayar sewa.

Pada hari itu ada beberapa karyawan saya yang menangis karena tidak mau berhenti bekerja, saya cepat mengambil langkah karena ingat masih punya 1500 pcs dus LTB Aida, setelah meminta bantuan keluarga untuk membeli peralatan, dihari ke sepuluh setelah tutup kami mulai memproduksi 40 box. Alhamdulillah habis terjual.

Karyawan saya sepertinya sangat senang , sayapun senang melihat mereka bersepuluh kompak, kerjasama mereka tetap seperti di tempat yang lama.

Saya memilih usaha ini karena hobi membuat kue, dan ingin menyenangkan hati karyawan-karyawan saya.

Meskipun sudah berjalan selama lebih kurang empat tahun, tapi saya masih menganggap usaha saya ini berada pada tahap “membangun” dan saya terus berusaha untuk tidak terlena, dengan apa yang sudah dicapai.

Yang saya rasakan dalam usaha LTB Aida ini, yang disebut masa terbaik penjualan adalah saat akhir pekan dan libur sekolah.
Karena pada hari-hari biasa omset yang dihasilkan pun biasa saja, itu yang terjadi selama bertahun-tahun.

Seperti hari ini (hari Minggu-red), semua Outlet LTB Aida dari sore sudah habis terjual.

Semua karyawan saya perlakukan seperti keluarga, apapun masalah mereka saya minta mereka bicara, karena saya tidak ingin pekerjaan mereka terganggu hanya karena masalah dalam keluarga mereka.
Saya selalu berpesan diawal, sepahit apapun masalah yang kamu hadapi dalam keluargamu dan di tempatmu bekerja tolong dibicarakan. Insya ALLAH ada solusi.

Saya berusaha hijrah dari riba ditahun 2011.
Sebelum 2011 saya masih mempunyai lebih dari 10 kartu kredit yang selalu saya gunakan setiap kali saya berbelanja, termasuk untuk modal usaha.

Ditahun 2011 saya menjual rumah untuk menutupi semua hutang dan mulai lagi dari nol.
Alhamdulillah saya merasakan keberkahan yang luar biasa.

Untuk sahabat GEE yang saya hormati. Saya hanya bisa memberi sedikit saran: JAUHI RIBA, kalau bisa jangan menggunakan uang bank atau pinjaman yang berbunga sekecil apapun. Insya ALLAH keberkahan selalu ada bersama kita. Aamiin…
Semoga bermanfaat untuk sahabatku di grup ini.

Terima kasih untuk semua yang sudah menyimak.
Jika ada pertanyaan silakan.

Q:
Kondisi dari nol nya bisa dijabarkankah bu….setelah memutuskan menutup semua riba….perjuangan bangkit tanpa ribanya bagaimana?

A:
Yah, waktu itu saya masih ada usaha restoran, sempat pincang jalannya restoran karena keterbatasan dana segar yang dimiliki.
Karena hasil penjualan rumah dibayarkan pd Kk yg luar biasa besarnya.

Yang saya rasakan saat itu, luar biasa letih mengelola 2 restoran namun hasilnya malah menjual rumah, bukan membeli rumah.

Itulah hebatnya riba yang luar biasa membuai dan akhirnya menjerat.

Setahun setelah menutup hutang baru saya menutup restoran.

Q:
Outlet LTB Aida, ibu sendiri yang kelola atau sistem reseller?

A:
Outlet masih dikelola sendiri, bu Devi.

Q:
Apakah produk ibu pernah dikira LBS? Knowledge produknya ke konsumen bagaimana?

A:
Tidak pernah mbak Devi, karena kemasan LTB Aida sangat berbeda dengan LBS.

Q:
Assalamualaikum..bu Aida, outlet ibu lokasinya di mana saja? Pernah lihat tp lupa:pray:..saya tinggal di Katulampa bu…ingin coba buat oleh-oleh, bu.

A:
Alamat Outlet:
1. Gedung Alumni IPB
Jln. Raya Pajajaran sebelah Terminal Damri Baranangsiang
Bogor.
2. Di area SPBU CIBOGO km 73,6 Jln Raya Puncak.
3. Seberang RSUD CIAWI tenda AJ.
4. Jln ALFALAH CIKARET Cibinong Bogor.
5. Insya ALLAH bln depan buka di Buah Batu Bandung.

Q:
Bagaimana membangkitkan kembali usaha yang sudah di titik nol sehingga ibu harus menjual rumah untuk terus bisa berkembang seperti sekarang, bu?

A:
Semua bangkit benar-benar karena pertolongan ALLAH SWT, kenapa saya katakan begitu, biasanya kalau saya meminjam uang ke kakak saya dan tidak berhasil, malam-malam deh
jawabannya (pada saat Sholat malam-red).
Setelah saya berusaha menjauhkan diri dari riba hampir semua keluarga saya bersedia meminjamkan uangnya yang boleh di kembalikan kapan saja. Indahkan bu Renny?

Berjuang di LTB Aida, mulai dari membeli telur, terigu, tepung Talas, gula kiloan, belum mampu membeli perkarung karena keterbatasan modal.
Ditawari hutang (bayar tempo-red) oleh suplier tidak berani, karena takut tidak mampu bayar.
Uang yang dipinjam dari keluarga digunakan untuk membeli peralatan.
Jadi, kalau ada yang memesan tapi tidak langsung membayar kami buat lebih sedikit dari biasanya.
Diawal ada beberapa karyawan yang gajinya ditunda pembayarannya.
Salut saya dengan pembelaan karyawan saya terhadap saya.
Untuk mereka-mereka itu insya ALLAH mulai tahun depan akan saya berangkatkan Umroh.

Mohon doa dari sahabat2 GEE yg dicintai ALLAH SWT, semoga segala sesuatunya lancar.

Q:
Bu, bagaimana menumbuhkan loyalitas karyawan hingga bisa seperti itu?

A:
Itu tadi bu, kita perlakukan seperti keluarga.
Buat mereka senyaman mungkin berada di lingkungan kita.
Dengar curhat-curhat mereka.
Berikan solusi.

Iklan