Assalaamu’alaykum Warohmatulloohi wabarokaatuuh… (jawabnya dalam hati aja ya… hehehe)

Senang sekali hari ini saya dapat bertemu secara online dengan Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian…

Malam ini saya akan sharing apa-apa yang saya ketahui dalam hal Online Marketing… mungkin untuk lebih tepatnya untuk saat sekarang ini namanya Digital Marketing.

Mengapa demikian karena Online Marketing hanya sebagian dari Digital Marketing.

Pengertian Online Marketing sendiri singkatnya adalah segala upaya pemasaran yang kita lakukan melalui jalur Internet.

Sedangkan, ada Digital Marketing yang kita lakukan tidak melalui jalur Internet misalnya salah satu bagian dari Mobile Marketing yaitu SMS Marketing atau Location Based Advertising.

Di era digital sekarang ini, pertanyaannya adalah siapakah kita?

Siapa kita di Era Digital Marketing ini?

Ooops… maksud saya di Era Digital ini?

Di era digital ini, sebenarnya kita semua adalah media.

Sedangkan teman-teman Facebook kita, follower dari akun sosial media kita, viewers dari video kita… mereka semua adalah Pemirsa Kita. Mereka adalah audiens.

Dan oleh karena itu, sebaiknya kita memuliakan mereka dengan konten-konten yang bermutu. Konten-konten yang mencerdaskan, yang menginspirasi, yang menghibur, sehingga mereka senang dengan kita sebagai media.

Dan itu adalah DASAR dari DIGITAL MARKETING.

Kelengkapan yang diperlukan apabila kita memang sudah bertekad untuk melakukan Digital Marketing sebagai salah satu cara untuk mempromosikan atau menjual produk atau jasa kita adalah sebagai berikut:

WEBSITE:

Sekiranya memungkinkan bangunlah website untuk bisnis kita.

Kecuali kalau bisnisnya memang terlalu kecil bahkan untuk membuat website. Website penting karena ia jadi rumah kita. Jadikanlah Website tersebut sebagai semacam “Online Company Profile” bagi bisnis kita. Sehingga khalayak sasaran bisnis kita percaya bahwa kita serius berbisnis dan bahwa berbisnis dengan kita akan berlangsung aman dan terpercaya.

DOMAIN NAME

Dalam kaitannya dengan website, maka kita perlu memiliki domain name, atau alamat kita di dunia maya, contohnya: google.com, facebook.com, twitter.com… itu semua adalah Domain Name. Dalam membuat Domain Name ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Harus cukup mudah diingat dan mudah ditulis

2. Upayakan paling panjang itu 9 karakter… perhatikan saja website-website yang terkenal, semuanya rata-rata di bawah 10 karakter.

3. Relevan dengan bisnis yang Anda miliki, contohnya: Facebook.com, Twitter.com

4. Kalau tidak relevan, upayakan secara bunyi sangat “catchy” dan “kekinian”, misalnya: google.com, yahoo.com, instagram.com

WEB HOSTING

Selanjutnya setelah Domain Name, kita perlu memiliki Web Hosting yang handal, artinya server yang memuat semua konten website kita itu harus handal. Harus cepat loading. Harus bisa menampung banyak trafik tanpa crashed.

WEB DESIGN RESPONSIVE:

Setelah kita punya domain name yang di bawah 10 huruf dan catchy, setelah web hosting kita handal, maka secara desain website kita itu harus RESPONSIVE.

Dalam arti dia bisa diakses dengan gadget apa aja dan tampilannya tetap enak diliat.

Kalau Web Desain kita tidak responsive, maka dia akan kaku. Dia tidak mengikuti format gadget yang kita gunakan untuk mengakses website tersebut.

Tampilannya jadi kecil-kecil kalau diakses di hape.

UX-User Experience Harus Menyenangkan

Website kita itu mesti kita upayakan menyenangkan bagi orang yang berkunjung. Navigasinya mudah. Mau nyari apa-apa mudah nemunya. Informasi-informasi yang diinginkan oleh pengunjung dengan mudah mereka bisa dapatkan.

Kira-kira, itu singkatnya untuk masalah website.

Kalau belum bisa bikin website bagaimana?

Ya manfaatkanlah sosial media.

Saat ini Sosial Media yang menurut saya wajib dimiliki adalah akun Facebook, Facebook Fan Page, akun Instagram, akun Twitter, akun YouTube… YouTube ini bisa disatukan bersama Google+ dengan memiliki email Gmail.

Kalau bisa tunjuklah seseorang untuk khusus mengelola akun-akun Social Media tersebut.

Kalau sekiranya Anda seorang CEO (Chief Everything Officer)… maka perlu dilihat waktu yang mungkin Anda sisihkan untuk mengelola akun sosial media tersebut. Pilihlah 2 saja dari akun-akun sosial media tadi.

Pemanfaatan Sosial Media ini dalam Strategi Digital Marketing disebut OWNED… artinya hal-hal yang memang milik dari bisnis kita sendiri.

Website juga termasuk OWNED.

Perlu diperhatikan bagaimana kita posting di akun-akun sosial media tersebut.

Jangan semua posting adalah jualan produk kita.

Sebagaimana saya sampaikan di depan, kita adalah media.

Dan di media sosial, kita tidak bisa memposting konten-konten yang semuanya jualan.

Untuk Facebook Fan Page, sebaiknya 3 posting sehari… paling banyak 5.

Untuk Twitter, sebaiknya posting 5 kali sehari… paling banyak 10 kali.

Untuk Instagram, paling banyak 2 posting sehari….

Kalau di Facebook Fan Page, kita bisa menulis panjang. Format yang baik adalah dengan Story Telling.

Untuk Instagram, cocoknya hanya untuk produk-produk yang keliatan bagus dalam foto. Instagram kurang cocok untuk jasa-jasa seperti penerjemahan misalnya… karena sulit untuk menemukan foto yang bagus untuk jasa terjemahan.

Tapi kalau untuk fashion, kafe, dan makanan yang bakal nampak indah dalam foto, Instagram itu luar biasa…

Kalau YouTube, ini bukan harian… susah juga bikin konten Youtube harian… tapi YouTube sangat powerful jika kita bisa bikin Story tentang produk kita dengan cara yang kreatif.

Nah, konten untuk posting itu, sebagaimana yang saya sampaikan… jangan semuanya jualan. Perbandingannya paling besar 1:3… Artinya dari 3 posting, cuma 1 yang jualan…

Kalaupun mau jualan… lakukan dengan kreatifitas

Itu contohnya…

Posting yang sepenuhnya jualan dengan posting yang jualan dengan kreativitas akan menghasilkan impact yang beda di media sosial.

Ini kami buat untuk klien kami. Jualan yang dibungkus dengan “engagement” melalui kuis.

Nah… konten yang murni jualan. Lihat bedanya. Jumlah orang yang di-reach oleh postingan ini cuma 157! Kalah jauh dengan yang contoh sebelumnya… 5038!

Jadi memang perlu skil-skil khusus supaya postingan-postingan kita di Sosial Media itu memperoleh respon yang positif.

Skil yan Utama yang perlu dimiliki adalah skil Copywriting.

Atau penulisan naskah.

Copywriting ini diperlukan karena apa karena semua jenis postingan di Sosial Media memerlukan keahlian menulis!

Jenis konten di sosial media terdiri atas 3 hal:

TEKS

FOTO

VIDEO

TEKS

Jelas di sini diperlukan keahlian menulis.

FOTO

Keahlian menulis di sini diperlukan agar bisa membuat caption yang menarik untuk tiap foto yang kita posting

VIDEO

Keahlian menulis di sini sangat diperlukan agar kita bisa membuat Story yang menarik untuk membuat video kita.

Selain kemampuan Copywriting, yang juga diperlukan adalah pengetahuan tentang cara menghasilkan foto yang bagus.

Kalau kita menghasilkan foto yang kurang bagus bagi produk-produk yang mau kita upload ke Instagram misalnya maka dampaknya akan kalah jauh dibanding dengan foto-foto yang bagus!

Nah… itu baru mencakup sosial media yang OWNED alias yang kita miliki sendiri.

Selain itu ada yang namanya kita mesti berbayar…

Bagian berbayar ini dalam Strategi Digital Marketing disebut PAID.

Ini bisa berupa iklan di Facebook, iklan di Instagram, iklan di YouTube atau iklan di Google.

Iklan di Google akan bagus untuk jasa-jasa seperti jasa penerjemahan, jasa Umroh dan Haji dan jasa-jasa lainnya.

Google Adwords. Itu yang biasa orang lakukan atau pakai untuk memasang iklan di Google. Anda harus memahami keyword apa yang ditulis oleh khalayak sasaran untuk mencari bisnis yang anda tawarkan. Dalam kasus terjemahan, short tail keyword (keyword yang kata-katanya tidak panjang, biasanya 1 kata saja) + lokasi bisa sangat efektif. Misalnya: Penerjemah Jakarta.

Kalau iklan di Facebook, Anda mesti memahami bagaimana algorithma dan audience Insight Facebook bekerja. Facebook bisa sangat detil memberi Targeting untuk khalayak sasaran kita, bukan hanya dari Usia, Jenis kelamin, Demografi, bahkan sampai hobinya apa, pakai hape apa, bisa kita target dengan Facebook Ads.

Nah, pentingnya kita memiliki Website sendiri adalah agar kita bisa menanam script Google Analytics dan Script Facebook Pixel sebagai alat tracking dari upaya PAID yang kita lakukan (melakukan iklan berbayar).

Iklan di YouTube itu terkait iklan kita di Google. Karena YouTube dibeli Google. Iklan kita di Instagram itu terkait Facebook. Karena Instagram itu dibeli oleh Facebook.

Beriklan di dua raksasa ini saja buat saya sudah menjangkau lebih dari 90% netizen Indonesia!

Apabila konten-konten postingan kita, baik yang di kanal-kanal yang OWNED, maupun kanal-kanal yang PAID… itu menarik dan akhirnya membuat orang yang melihat postingan kita itu dengan senang hati SHARE… maka terjadilah apa yang dalam Strategi Digital Marketing disebut EARNED… artinya eksposure yang kita terima bukan dari apa yang kita lakukan melainkan dari yang orang lain lakukan.

PAID – OWNED – EARNED … itu singkatnya Strategi Digital Marketing yang perlu diterapkan bagi produk-produk atau jasa-jasa yang ingin kita jual.

Ini kita lakukan dengan asumsi bahwa Bapak-bapak dan Ibu-ibu sudah jelas memiliki Brand Plan. Tapi kalau belum… ya mesti punya Brand Plan-nya dulu…

Di Brand Plan ini sudah jelas kita ketahui di mana kelebihan dan kekurangan produk kita, siapa khalayak sasarannya, seperti apa khalayak sasaran kita itu, siapa kompetitor kita, kita tahu produk kita ini ada di market kategori apa, kita tahu apa yang membuat produk kita beda dengan pesaing dan membuat produk kita “berenang di blue ocean” dan lain sebagainya.

Digital Marketing itu ilmu yang sangat luas… nggak cukup waktu 2 jam untuk bicara semuanya. Jadi saya hanya mengusulkan yang “enak dibuat dan perlu”, yaitu:

  • Website
  • Domain Name yang menarik
  • Hosting yang handal
  • Desain Responsive
  • Sosial Media Content Managemen
  • Social Media Marketing

Di luar itu masih banyak lagi… hehehe…Saya kira cukup sekian dulu..

Questions:

1. Santun disosmed dan postingan berisi…bisa dikatakan langkah awal kita memasarkan usaha/produk ya pa?..meski belum bicara langsung ke usaha/produk

2. Salah satu visi misi forum ini adalah menjadikan produk/usaha  member terekspose kemudian jamak digunakan masyarakat. Nah kelengkapan kami adalah website yg berisi profile2,promo program dan rekapan materi edukasi (Kuline dan share story)u meningkatkan kualitas member(geeindonesia.com),website  marketplace u hardselling member(musalimart.com)..fanpage writing contest u meningkatkan produk member terekspose krn award dari contest berupa produk sample member ( https://m.facebook.com/MusalimartGiveAwayWritingContest/) ,fanbase GEE Indonesia untuk himpun member   (https://m.facebook.com/geeindonesia/?ref=bookmarks) danz sosmed2 lain u sounding program….tools tsb sudah tepat blm pa..sudah mendukung blm dalam pencapaian visi misi kami?

3. Untuk yg kategori PAID…sy pernah mau beriklan tapi rata2 bayar pakai kartu kredit..sedangkan saya komit tidak mau pakai riba lagi…ada tools beriklan yg paid dengan bayar tanpa CC ga om jim 😊?terima kasih

4. Question : Klo awal2 jualan online di fb rame n jd banyak orderan. Trus lama2 jadi sepi itu penyebabnya apa ya? Solusinya gmn?

5.Om jim,kl kontennya tdk to the point pada barang jualan,konten apa sebaiknya yg kita tampilkan pd iklan medsos kita,apakah ttp yg berhubungan dg bisnis atau bs hal lain?tks

Answers :

1. Ya betul. Karena kita ini MEDIA… liat aja media televisi kita… kontennya kan nggak semua iklan. Iklan ada di film, di acara berita, di talk show, di acara musik dan lain-lain

2. Itu sudah tepat. Saya rasa pengelola GEE Indonesia sudah melakukan hal yang tepat dalam digital Marketingnya. Bahkan sudah melakukan Social Media Activation yang belum saya singgung di kulgram malam ini.

Diteruskan aja yang sudah dilakukan, Mbak Devi… sambil diberi variasi dalam melakukan Social Media Activationnya… misalnya Lomba Video Testimoni…

3. Facebook itu bisa dilakukan dengan kita melakukan pembayaran melalui ATM Pak. Mereka sudah kerjasama dengan Bank Permata. Jadi kita bisa deposit dana iklan untuk Facebook Ads dengan pembayaran melalui ATM.

4. Itu namanya Ad Fatique… artinya orang lelah dengan iklan kita Pak. Oleh karena itu sebaiknya kita bikin iklan seri. Artinya idenya sama, pesannya sama, tapi tampilannya berbeda.

Misalnya kita jualan Sepatu Batik TOSK… di Iklan yang satu kita tampilkan 1 model sepatu batik close up dengan headline: “Buat Yang Udah Bosen Pake Sepatu Culun”… terus di iklan yang satu lagi kita tampilkan close up kaki orang dengan headline: Lebih Baik Aku Telanjang Kaki daripada Nggak Pake Sepatu Batik TOSK..

Itu 2 iklan berbeda tapi messagenya sama… TOSK itu Sepatu Batik keren.

5. Kalau nggak jualan, kita jualannya secara soft sell. Kita bisa membuat teka-teki, kita bisa memberi Tips yang berkaitan dengan bisnis kita, kita bisa kasih Quote tapi seperti diomongin oleh produk kita

Kita bisa bikin “meme” yang lucu dan menarik yang mengundang engagement.

Intinya adalah buatlah khalayak sasaran itu senang dengan kita. Menganggap kita sahabatnya. Tapi kalau Brand kita itu sudah sedemikian kuatnya sehingga sudah menjadi Cult Brand… setiap posting itu jualan ya nggak papa…

 

Iklan