Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala pada kesempatan malam hari ini kita dapat berjumpa Ya dalam acara kuline kuliah online.

Sebelumnya Perkenalkan nama saya Dian Ranggajaya dipanggil Rangga Alhamdulillah saya aktivitas sekarang berada di sekolah muamalah Indonesia dan sehari-hari juga ada di Syariah Wealth Management yang berkantor di Kompleks Ruko Bukit Cimanggu City C3 no 1 yang ada di  depan Bogor Icon Hotel.

 

 

img-20161207-wa0002

 

Malam hari ini Insya Allah kita akan membahas tentang turunan riba, namun sebelum membahas tentang turunan riba ada baiknya kita mengenal Apa itu sebetulnya Riba.

Alhamdulillah anemo masyarakat Yang berhijrah saat ini telah menjadikan para pengusaha Muslim berbondong bondong mengkampanyekan bisnis tanpa Riba, sebuah gerakan masif yang bisa menggetarkan dunia perekononian kapitalis saat ini.

Namun apakah Riba hanya sebatas Bunga Bank, kartu kredit, leasing, dll saja? Ternyata Riba telah merasuk kesemua Lini kehidupan masyarakat, bahkan telah merusak sendi perekonomian Rakyat saat ini. Dimulai dari Asuransi, MLM, Jual Beli Online dan masih banyak lainnya aktifitas Muamalah sehari hari kita yang mengandung RIBA

Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alai wasallam:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Suatu saat nanti manusia akan mengalami suatu masa, yang ketika itu semua orang memakan riba. Yang tidak makan secara langsung, akan terkena debunya.” (Hr. Nasa`i, no. 4455)

Riba dalam bahasa atau secara bahasa artinya bertambah. Secara istilah atau kaidah pengertian riba itu yang pertama berarti bertambahnya beban orang yang berhutang. Ini sering disebut dengan Riba Dayn.

Pengertian riba yang kedua adalah menambahkan takaran saat melakukan tukar menukar 6 komoditi barang riba (Emas, Perak, Gandum, Sya’ir, Kurma dan Garam) dengan jenis yang sama atau tukar menukar emas dengan perak dan makanan dengan makanan dengan cara yang tidak tunai, dan jenis riba ini sering disebut sebagai riba ba’i atau riba di dalam jual beli.

Malam ini InsyaAllooh kita akan dalami tentang Riba Dayn dahulu, mengingat Riba Ba’i (Riba dalam jual beli) sebaiknya tidak online mengingat membutuhkan Flip Chart untuk menjelaskan ditailnya, supaya tidak salah dalam memahaminya.

Oke kita coba membahas tentang praktek riba Dayn dan mungkin beberapa turunanya

Riba yang dipahami oleh masyarakat secara luas biasanya berkaitan dengan bertambahnya beban atau hutang seseorang berupa tambahan uangnya atau tambahan materi yang dipinjamnya misal orang pinjam 1 juta dikembalikan dalam waktu 1 tahun, di cicil per bulan 100 rb dikali 12 sehingga total pengembalian 1,2 juta, nah yang 200 rb nya ini adalah riba

Namun dalam Fiqh Muamalah, Riba di hakimi lebih luas dan terperinci. Riba, berarti bertambahnya beban orang yang berhutang sehingga tambahan beban tersebut bukan hanya berupa materi namun juga berupa barang atau apapun yang sifatnya membebani orang yang berhutang.

Sebagaimana kaidah di dalam fiqih muamalah yaitu :

كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِباً

Setiap pinjaman yang memberikan manfaat adalah riba. Lalu di dalam praktek muamalah sehari-hari apa saja kira-kira beban yang bisa muncul yang akhirnya bisa di hukumi riba yang terjadi di dalam praktek muamalah kita sehari-hari ??

Kaitanya dengan perkara pinjam meminjam ini, sebagai contoh Pak Budi meminjam uang Rp. 1.000.000 (satu juta) Kepada bapak Tony Pak Budi dan Pak Toni Ini bertetangga Setelah Pak Budi meminjam uang kepada Pak Toni yang biasanya Pak Budi dan Pak Toni ini berangkat bekerja sendiri-sendiri setiap paginya setelah acara pinjam meminjam lalu Pak Budi sekarang rajin menjemput Pak Budi dan mengantarkan Pak Toni ke kantornya padahal sebelumnya pak Budi tidak pernah mengantarkan Pak Toni ke kantornya.

Dalam hal ini Pak Budi menjadi bertambah bebannya yaitu beban mengantarkan Pak Toni ke kantornya padahal biasanya tidak pernah Pak Bu dilakukan minimal di sana ada beban berupa waktu yang harus disisihkan dan bensin yang harus juga dikeluarkan untuk mengantar Pak Toni padahal Mungkin Pak Toni tidak meminta tapi karena tidak enak hati atau ingin berbuat sesuatu ketidak enakan.

Hal ini menjadikan Pak Toni menikmati manfaat yang muncul karena Pak Budi berhutang satu juta kepadanya.

Peristiwa di atas akhirnya bisa dihukumi sebagai riba karena Pak Toni menikmati tambahan manfaat dari hutang Pak Budi walaupun Pak Budi mengembalikan uang tetap satu juta, namun ada tambahan manfaat berupa sesuatu di luar uang yaitu manfaat dia memperoleh tumpangan ke kantor secara gratis padahal biasanya Pak Toni harus naik angkot ke kantornya dengan mengeluarkan biaya misalnya 10.000 jika biaya ini tadi dilakukan selama 30 hari saja maka Pak Toni telah menikmati keuntungan berupa sesuatu yang bisa dikonversikan dengan uang senilai 30 X Rp.10.000 yaitu Rp.300.000

Riba yang terjadi berikutnya adalah apabila pak Toni suatu hari ingin menjenguk anaknya yang kuliah di ITB Bandung beliau ingin menggunakan mobil untuk menuju ke Bandung, Namun karena Pak Toni tidak punya mobil dan mengetahui Pak Budi mempunyai mobil akhirnya pak Toni meminjam kepada Pak Budi mobil selama Katakanlah dua hari dipinjam ke Bandung untuk menjemput anak Pak Toni padahal jika biasanya seseorang yang tidak mempunyai mobil ingin menggunakan mobil maka dia akan melakukan sewa atau rental mobil harga sewa atau rental mobil saat ini Katakanlah 350 ribu perhari maka Apabila pak Toni meminjam mobil Pak Budi selama 2 hari maka Pak Toni telah mendapatkan manfaat sebesar Rp.350.000 dikali 2 hari yaitu Rp.700.000

Mungkin kita tidak sadar apa yang telah terjadi atau apa yang telah kita terima adalah merupakan bagian dari pada riba namun setelah kita mempelajari secara mendalam tentang riba insya Allah kita bisa terselamatkan dari pada jeratan riba yang terjadi pada kehidupan atau perkara muamalah di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Larangan menikmati manfaat yang muncul karena riba Seperti yang saya Gambarkan di atas adalah sesuai dengan Hadits dari Rosululloh solallohu alaihi wasallam yang artinya :  “Apabila seseorang diantara kamu memberikan pinjaman lalu yang menerima pinjaman memberikan hadiah kepada Mu atau memintamu untuk menaiki kendaraannya maka janganlah engkau menaikinya dan jangan terima hadiahnya kecuali Pemberian hadiah tersebut telah berlangsung di antara mu dengan nya sebelum engkau memberikan dia pinjaman” (HR. Ibnu Majah derajat hadits ini dinyatakan Hasan oleh Imam suyuthi)

Rangga jaya:

Lalu Bolehkah seseorang Memberikan dan menerima Hadiah berkaitan dengan Hutang??

Rangga jaya:

jawabannya : Boleh dengan 2 syarat :

Rangga jaya:

1. hadiah tadi tidak di syaratkan di awal perjanjian (akad)

Rangga jaya:

2. hadiah boleh diberikan oleh peminjam dan diterima oleh pemberi pinjaman setelah masa hutang piutang telah selesai.

Rangga jaya:

artinya pemberian hadiah tidak dilakukan berbarengan dengan orang bayar hutang. misalnya pinjam 1 juta di bayar 1 juta, tapin kalo pas bayar sambil bawa hadiah busana muslimnya bu Leony, maka baju muslim inilah RIBA nya

Sebelum bahas turunannya apakah penjelasan diatas bisa di mengerti teman-teman, atau mungkin boleh juga kalo ada yang mau di tanyakan

u saya mau tanya :

1. Bagaimana jika ada seorang karyawan yg bekerja pada suatu perusahaan x , nah perusahaan itu modalnya dari minjem bank. Apakah gajinya termasuk riba atau bagaimana?

1. tidak bisa di hukumi demikian, jika dia bekerja proffesional dan tidak terkait dengan Ribanya maka Gaji nya halal. misalnya sebagai Arsiteknya, maka dia halal gajinya. Yang perlu hati hati adalah Accountingnya. Karena dia pasti termasuk Pencatat Riba yang Dosanya sama dengan yang melakukan Riba.. 😊

2. Contoh riba dari jual beli online itu yg seperti apa ya?

2. yang ini termasuk Riba yang harus di bahas Offline. insya Alloh nanti kita bahas di Bukit air ya.. karena butuh detail.

3. Sampai saat ini bank syariah yg bener2 syari apa ada? Sebelumnya sya pernah punya pengalaman pahit ttg ini..diawal syariah tpi ketika berjalan angsuran justru lebih kejam

Pak Andi : Kita Harus jujur dalam hal ini, belum ada Bank Syariah yang murni syariah. Namun sebagai muslim kita terlarang menghina, mencaci atau menjelekkan bank Syariah. Harusnya Bank Syariah banyak mendengar keluhan Masyarakat. Dengan Belajar Ilmu Muamalah kita bisa terjaga dari Riba walaupun itu di Lembaga Keuangan Syariah.

kita semua lah yang akan menjadikan Bank Syariah Menjadi Murni syariah dengan masukan dan saran para nasabah.

di Sekolah Muamalah sendiri kami selalu menyarankan agar Akad dengan LKS agar di review dahulu. kebanyakan di kita tidak baca akad dan langsung main tanda tangan saja

Kedepan jika ada waktu dan umur kita bisa bahas bagaimana Solusi Bisnis dengan Modal Tanpa Bank dan Tanpa Riba 😊

 

Tentang : muamalah jual beli mbak

4.Saya kan jualan online juga, bagaimana hukum dari PO (pre order)? Boleh nggak?

4. PO biasanya terkena Hukum Gharar, yaitu menjualbelikan barang yang belum dimiliki. penjelasan yang lebih ditail bs kita bahas di Materi Jual Beli Gharar

5. Bagaimana cara pembayaran yg benar? Maksudnya waktunya pak, antara transfer dan kirim barang. Misal : jika transfer pagi, apakah barang harus dikirim saat itu juga ataukah boleh sore atau esoknya?

==> penjual online terlarang menerima transfer dari end user sebelum barang di tangan penjual online.

Sebelum lanjut pertanyaan saya bahas sedikit dulu ya tentang turunan Riba Dayn

Riba Dayn juga biasanya terjadi di dalam :

1. Arisan (nah ini ibu ibu nih) 😊

Bilamana arisan dihukumi riba ? Biasanya kan Kita kalo yang dapat arisan, bulan depan tempatnya di Rumah yang dapat bulan ini kan? nah nanti di rumah yang dapat arisan makan makan enak pokoke.. 😊

Arisan adalah Satu orang setor Uang misal 50 rb ada 100 orang maka dapatnya 5 juta. artinya Uang nya yang dapat aslinya hanya 50 Ribu, yang Rp. 4.950.000 itu adalah uang Orang yang di hutangkan ke dia

maka jelas akad Arisan adalah HUTANG, lalu di mana RIBA nya?

jika kita dapat arisan 5 juta maka bulan depan kita pasti mengeluarkan makan makan yang butuh biaya… akhirnya yang sebenarnya dia terima hanya 4 juta misalnya. 1 jutanya buat makan makan… Dan yang nGasih hutang (99 orang lainnya) dapat manfaat makan makan gratis di Rumah yang Ngutang (Yang dapat Arisan) Betul apa Betul ibu ibu ??? 😊

2. BPJS

Orang yang ikut BPJS harus bayar iuran, dan jika terlambat akan dikenakan Denda. hal ini menyebabkan BPJS mengandung RIBA

6. Uang mkn2.. nya terpisah di luar uang arisan apa msh riba ?

jika sudah di pisah Tidak Riba

apakah yang dimaksud akad akad dalam BMT?

pada dasarnya apapun Lembaga nya Jika memenuhi standard Syar’i tanpa denda, tanpa ganti rugi dan tanpa penalty maka bisa dikatakan baik.

Jika saat ini ada yang berpendapat gak ada bank syariah atau BMT yang Syariah maka boleh saja, namun juga kurang betul. karena banyak juga Akad akad yang bs syar’i dengan cara Request Akad

7. Saya sdh terlanjur pinjam uang untuk pelunasan toko.. waktu di awal sy menjanjikan kelebihan untuk si peminjam .. krn kl k bank pasti riba … tp dr awal sy byr nya di cicil tampa di lebihkan… krn byr se ada nya uang kadang besar kdg kecil.. bgm hukum nya

7. jika ada janji di awal, maka ini Riba. sebaiknya jangan berikan tambahan apapun. lepas dari bank riba masuk ke dalam teman yang riba juga

5. penjual online terlarang menerima transfer dari end user sebelum barang di tangan penjual online.

==> Yg ini kan, umumnya begitu ya pa?

Jadi barang dikirim dulu baru end user transfer

Saya belum paham ini  🙈

8. Bu Nuri : jika nasabah transfer dahulu ke pedagang padahal belum tersedia barangnya, maka dia menjual barang yang Ghaib 😊 dan menjadi Tidak sah jual belinya. seperti menikah tidak ada pengantin perempuannya maka tidak sah nikahnya.

hasil untung jual beli yang tidak sah maka haram uangnya. haram uangnya maka haram memakannya

Dalilnya :

Menjual barang yang belum dimiliki

عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رضي الله عنه قَالَ : أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقُلْتُ : يَأْتِينِي الرَّجُلُ يَسْأَلُنِي مِنْ الْبَيْعِ مَا لَيْسَ عِنْدِي ، أَبْتَاعُ لَهُ مِنْ السُّوقِ ثُمَّ أَبِيعُهُ ؟ قَالَ : (لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ) رواه الترمذي (1232) والنسائي (4613) وأبو داود (3503) وابن ماجه (2187) وأحمد (14887). وصححه الألباني في “إرواء الغليل” (1292).

Dari Hakim bin Hizam Rodhiyallohu ‘anhu ia berkata : “Aku mendatangi Rosulullohi Shollallohu ‘alaihi wasallam kemudian aku berkata, “ada seseorang yang mendatangiku lalu ia meminta agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan terlebih dahulu aku membelinya untuk mereka dari pasar?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” (HR. Tirmidzi no. 1232, An Nasai no. 4613, Abu Daud no. 3503, Ibnu Majah no. 2187 dan Ahmad 14887. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih didalam Irwa ul Ghalil no.1292)

9. Kami sedang mengkonsep Koperasi Syariah di GEE….tapi nampaknya masih banyak yg blm percaya semua yg berembel syatiah dibelakangnya adalah sesuai syariah…bank syariah ga syar’i … Bmt g syar’i ….kopsyar g syar’i ….tujuan kami membuat koperasi syariah ingin memudahkan dan dari ad/art yg disusun kami usahakan sesuai aturan islam…..tetap semangad melanjutkan pa..bahkan sudah terkumpul modal awal..alhamdulillah…pertanyaannya…. Bgm menjaga akad di awal lurus sd akhir..byk pembiayaan syariah yg gagal krn finishingnya g sesuai akad..?

wajar bu jika banyak yang meragukan.. karena syarat seseorang melakukan perdagangan adalah memahami ilmu muamalah. apalagi membawa embel embel syariah. jika sampe salah maka yang dipertaruhkan kehormatan Islam bukan hanya pri badi kita. oleh karenanya ada baiknya sebelum membuat koperasi atau apapun mari kita sama sama belajar ilmu muamalah.

Barang yang sudah kita bayar pun namun masih dalam masa antar oleh Kurir Belum boleh Kita jual, terkait salah satu syarat dalam jual beli yaitu barang yang boleh dijual  belikan harus bisa dis erah terimakan (Qobdh).

jadi barang yang masih di JNE blm bisa kita jual sampe barang tsb kita terima fisiknya, materi ini terkait Materi Jual Beli. sebenarnya di luar Riba hehe

11. Aslkm…Bp mau tanya terkait riba. Ada lembaga keuangan namanya KUM3 dibawah Bank Muamalah dia memberikan pinjaman tetapi ada lebih buat kas dan ada potongan di awal alasannya buat administrasi. Apakah ini juga riba?

==> wa’alaikumsalam bu wiwik, seperti yang saya jelaskan diatas setiap hutang yang menghasilkan manfaat bagi yang menghutangi maka itu adalah RIBA. wallahu’alam

12. Yossi Produsen Hijab Sekolahan Pekalongan:

Bagaimana menjadikan traksaksi tidak gharar? Hijab yg dipesan biasanya jumlahnya banyak, otomatis butuh waktu pembuatan.

Bagaimana cara menjadikan transaksi online biar sah dan halal? Saya pengen kejelasan, apa yg saya lakukan selama ini berarti salah. Bagaimana memperbaikinya..

Jawaban:

Bu Yossi mohon maaf pertanyaan ibu terkait Jual Beli Istish’na masuk dalam bab jual beli. jika ada unsur Jasa maka jual belinya masuk Istishna’ dan khusus jual beli ini diperbolehkan. alhamdulillah ibu halal keuntungannya. Areti jual Beli Istishna’ ini adalah Barang yang di beli memang khusus kita buat buat Nasabah tertentu bukan untuk stok. wallahu’alam

Iklan