Profile:

Nama : M. Mansyur
Ttl : Jakarta 18-07-1984
Alamat : Birmingham, UK
Pendidikan : Teknologi Industri Pertanian IPB tahun 2002-2006
Pekerjaan : Operation Manager PT Agro Farmaka Nusantara, Jakarta
Owner CV Wim Tiga Raksa, Bandung
Manajemen UD Cipta Mandiri Abadi, Jahe Merah Amanah
Tenaga Ahli PT. Surveyor Indonesia
Direktur PT. Sempur Niaga Pratama

Assalamualaikum,
Pertama mungkin saya akan banyak bercerita, saya yakin sahabat GEE banyak yang lebih berpengalaman dari saya, Insha Allah bisa saling diskusi.

Sekilas background bisnis saya adalah Food Supply. PT Senitama hanyalah satu dari rentetan perjalanan bisnis saya.
Mengapa food supply ? Karena bidang dan pengalaman serta jaringan saya di situ.
Berawal dari waktu pertama saya bekerja pada tahun 2007 di perusahaan supplier besar, dengan niat untuk resign
Ya..niat saya untuk resign, karena tujuan utama saya adalah berwirausaha, jadi saya membatasi diri maksimal 3 tahun harus resign.
Karena waktu terbatas sehingga saya harus belajar sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya.
Tepat 3 tahun saya betul-betul resign, tanpa tahu mau bisnis apa, yang penting resign 😀

Perjalanan dimulai, perusahaan mantan kantor menawarkan kerjasama sebagai sub contractor utk supply sayur dan buah, maka pindahlah saya ke Batu-Malang tahun 2010.
Hubungan dengan mantan bos-bos berubah menjadi mitra kerja.
Lalu dengan jaringan yang ada saya kembali ke jakarta untuk menjalankan bisnis supply ke beberapa industri, atas nama pribadi belum ada bendera.
Bisnis berkembang dan saya membuka perusahaan distribusi di Bandung.
Alhamdulillah bangkrut :see_no_evil:
Tahun 2010 saya join investasi dengan teman pemilik Jahe Merah Amanah dan saya membantu mengelola manajemennya.
Ehh pemilik Jahe Amanah ada disini juga ya.. permisi dulu 🙂

Banyak pelajaran yang bisa diambil saat mengelola Jahe Amanah… dari bisnis industri kecil dengan omzet 500juta/bulan dalam 1 tahun omzet menjadi 3M/bulan

Tahun 2012 saya kembali ke habitat food supply… kembali bernego dengan relasi lama mendirikan PT Senitama, Alhamdulillah bisa masuk ke Freeport untuk memasok bahan makanan
sampai sekarang
Itu sekilas perjalanannya.

Bisnis food supply mungkin berbeda karakter dengan yang bapak ibu jalankan.
Pangsa pasar saya khusus dan harus menawarkan dan negosiasi door to door, jadi mungkin strategi bisa berbeda, tapi prinsipnya sama: bagaimana menjaga kualitas, ketepatan kuantitas, kontinuitas dan harga.
Dalam bisnis supply sekali saja gagal kirim habislah kita, karena menyangkut hajat hidup orang banyak, ada 22 ribu karyawan yang harus diberi makan dan posisinya di pedalaman area tambang.

Karena itu saya tidak pernah main-main dengan komitmen pengiriman, kadang masalah untung rugi belakangan
dgn begitu Alhamdulillah custopmer nyaman dan banyak customer yg direkomendasikan dari customer kita yg puas tadi.

Apapun bisnisnya apalagi diawal membangun, saya selalu fokus pd customer satisfaction, bukan untung, bagi saya awal-awal tidak untung pun tidak masalah.
Dari memulai supply 1 jenis barang, Alhamdulillah saya pernah men-supply hampir semua bahan pokok utama, karena customer sudah percaya dengan komitmen kita.

Saya mengalami saat-saat sulit jatuh bangun, dari belajar buka toko hijab dengn modal 20juta bangkrut dalam waktu 6 bulan.
Lalu menjadi distributor di bandung dengan modal 100juta bangkrut dalam waktu 8 bulan dan pernah juga rugi 100 juta dalam 1 bulan, Alhamdulillah gak bangkrut :grin:. Jadi tidak perlu khawatir kita akan jatuh, khawatirlah jika kita tidak menjadi lebih kuat / baik.

Sedikit cerita waktu mengelola Jahe Amanah, hari pertama saya join, saya tanyakan berapa produksi? Kurang lebih sekian (tidak yakin), brp total beli? tidak tahu, berapa total jual juga tidak tahu
kesimpulan : belum ada sistem, dan sangat biasa utk UKM…

Akhirnya target saya membangun sistem karena perusahaan besar bisa bertahan jika sistem jalan. Bisnis bukan ketergantungan pada 1 orang, lupakan one man show, akan sulit berkembang.
Tapi justru UKM kebanyakan one man show, bukan begitu?
Parameternya jika tidak ada kita bisnis akan tetap jalan, jika ada karwayan resign tidak akan mengganggu jalannya bisnis.
Jika bisnis masih tergantung pada kita atau orang-orang kunci, cepat atau lambat akan bertemu masalah jadi sy membangun dan menerapkan standar kerja mulai dari pembelian, produksi, gudang, penjualan, semuanya sehingga kita bisa kontrol.
Masing-masing bisa fokus pada bagiannya, kerja lebih efektif, efisien dan terkontrol, Alhamdulillah kinerja perusahaan membaik dan omzet otomatis melonjak.

Jika ada yang mau disampaikan langsung aja ya bapak ibu.

Masa-masa terburuk? tentu pernah..
Saat penjualan minim, biaya tinggi dll, rugi bahkan bangkrut.
Iya itu buruk, tapi yang saya alami saat teburuk justru saat kita terlalu nyaman.

Q1: Pak Mansur sy Endang.
Apa yang bapak lakukan untuk survive pada saat terpuruk atau jatuh sehingga bapak mampu mengatasi?

Q2: Untuk menutupi cycle tersebut, akan berhubungan dengan working capital kan ya pak, nah pendanaan itu dapat dari mana pak? Bank atau investor atau seperti apa?

A1: ini pertanyaannya saling bersambung. Begini saat Senitama sudah pegang banyak project, keuntungan mengalir, sistem jalan, akhirnya saya pun terlena, tugas hanya kontrol saja, lihat laporan, cek sana sini, selesai, dan sehari hanya butuh waktu 1-2 jam, enak bukan?
Saya lupa untuk berinovasi dan mengejar pasar lain yg lebih besar. Kondisi ekonomi dan politik berubah. Tiba-tiba manajemen Freeport berganti berkali-kali hingga akhirnya kontrak ke Senitama menjadi berkurang sampai akhirnya berhenti.. disitu saya baru kaget. Omzet saya langsung jatuh. Tahun 2015 saya kebingungan, karena operational cost saya sudah terlanjur tinggi, karyawan mesti dibayar dan gak mungkin tiba-tiba di PHK, itu yang saya maksud kondisi terburuk adalah saat kita terlalu nyaman… lalu lupa utk berinovasi. Baru terbuka pikiran saya, akhirnya saya berhenti mengandalkan beberapan customers saja, meskipun besar. Saya melebarkan sayap bermain yang lebih kecil bahkan retail, target saya customer sebanyak-banyaknya. Alhamdulillah well done. Akhir 2015 saya masuk ke restoran, kafe, katering lokal sekitaran Jabodetabek sampai Bandung. Memang kerja menjadi lebih banyak, tapi bisnis lebih terjaga, ibarat kata orang betawi “kalo loe gak mau beli, bukan masalah buat gue”:blush:

A2: selama ini saya bisnis bermodal dari dana pribadi dan investor. yang rugi-rugi itu pakai dana sendiri, yang untung-untung pakai dana investor hehe.. maksudnya jika perusahaan sudah jalan dan menguntungkan baru saya mengajak investor sehingga resiko investor lebih kecil.

Q3: secara teknis, bagaimana bapak bisa meyakinkan klien? Lalu, tips untuk UKM bisa terus naik kelas pak..
A3: meyakinkan klien yang paling utama adalah porto folio bu. Klien baru akan melihat trackrecord kita, semakin banyak semakin baik, setelah itu baru bicara komitmen, harga dll. Tanpa portofolio yang baik memang pasti sulit apalagi customer kita khusus.
Bagi UKM yang ingin naik kelas ya dengan memantaskan diri seperti kata bung Mario Teguh. Bagaimana caranya? Tiru bagaimana perusahaan besar menjalankan bisnisnya. Salah satu yang paling utama adalah sistem bisnis harus dibangun, jalin relasi sebanyak-banyaknya, dan terus dijaga komitmen untuk memuaskan customer.
Perusahaan besar sistem bisnisnya sudah sangat baik, tiap orang bekerja profesional dan terkontrol, memiliki mekanisme reward and punishment yang baik, karir berjenjang serta training untuk upgrade kemampuan pekerja

Q4: Saya minta tips bagaimana memulai marketing dan sales ke restoran, cafe atau hotel pak?
A4: Buat portofolio bu ekha, sampaikan dalam company profile sebaik-baiknya, lalu ajukan langsung untuk meeting/bertemu langsung bukan sekedar kirim surat apalagi brosur, pendekatan harus lebih personal, jika punya referensi akan jauh lebih baik. contoh pengaruh portofolio ketika saya menwarakan kerjasama dengan hotel/ restoran/kafe saya sampaikan bahwa saya adalah supplier Freeport, Pangansari dan beberapa catering besar. itu sudah cukup menjelaskan bahwa kualitas barang dan komitmen saya bagus, karena standar perusahan-perusahaan tersebut sangat tinggi. Jadi untuk UKM perbanyak pengalaman karena itu akan menjadi nilai tambah bagi kita.

Iklan